Kamis, 27 November 2008

Stop AIDS Kasih Sayang dan Keteladanan

Hari AIDS se dunia di Kabupaten Jombang di peringati pada 1 Desember 2007. Peringatan Hari AIDS diselenggarakan di Halaman Kantor Pemkab Jombang. Dihadiri Wakil Bupati selaku Ketua KPA Jombang, Sekdakab Jombang, Wakapolres, Pimpinan Unit Kerja Lingkup Pemkab Jombang, LSM JCC, Lapesdam NU, Pemuda Muhammadiyah, LSM Paramitra, Koalisi Perempuan Indonesia, PPI dan Komunitas Otomotif.
Ketua KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Jombang Drs. H. Ali Fikri menekankan bahwa berbicara tentang AIDS di Kabupaten Jombang bukan hanya menghitung jumlah penderita HIV/ AIDS yang saat ini sudah mencapai 30 kasus. Yaitu 10 kasus HIV 20 kasus AIDS dan 14 orang diantaranya telah meninggal dunia. Sesuai dengan tema STOP AIDS yakni tepati janji, kepemimpinan, keteladanan dan kasih sayang, marilah kita bersama-sama mencegah penyebaran HIV/AIDS. “Saatnya pelajar memimpin penanggulangan AIDS, arti memimpin disini untuk memimpin diri sendiri syukur-syukur bisa memimpin lingkungannya untuk penanggulangan AIDS”, kata Drs. H. Ali Fikri
Pada kesempatan tersebut disampaikan hadiah kepada pemenang lomba Poster dalam rangka Hari AIDS se Dunia. Juara I – Oktavirna Faradhysa dari SMAN 2 Jombang
Juara II – Jujuk Prastyo dari SMAN 3 Jombang dan Juara III – Kartikadiosa dari SMAN 2 Jombang dan Juara Favorite Aldi Reza Pambudi dari SMAN 2 Jombang masing-masing mendapatkan Trophy, piagam dan uang.
Bulan Desember ini KPA dan BNK Jombang akan menyelenggarakan Pelatihan Relawan untuk pelajar, ini sebagai tindak lanjut bahwa Saatnya Pelajar Memimpin Penanggulangan AIDS.
Dengan membawa lilin yang menyala seluruh peserta melakukan long march bersama Drs. H. Ali Fikri, Sekda dan Wakapolres disepanjang jalan Wahid Hasyim, Alon Alon, Jl. A. Dahlan , Jl.Agus Salim, Jl. Setia Budi dan kembali ke Pemkab. Kemudian dilanjutkan dengan teatrikal, musik dan puisi serta testimony dari ODHA.(kw) sumber http://www.jombangkab.go.id

Selasa, 18 November 2008

Kualitas Guru SD dan MI di Jombang Memprihatinkan

Jombang,Kualitas guru sekolah dasar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, di bawah standar. Dalam uji kompetensi yang diikuti guru kelas dan bidang studi sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah (MI) beberapa waktu lalu, banyak guru yang mendapatkan nilai 2 dan 5.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang Setyo Darmoko mengatakan, kondisi tersebut sangat memprihatinkan. Hal itu mengindikasikan adanya masalah pada mutu pendidikan di Jombang.

Menurut Setyo Darmoko, dari 825 guru SD dan MI yang mengikuti ujian kompetensi, hanya 1 guru yang memenuhi standar dengan nilai 8 pada bidang studi Bahasa Indonesia. "Untuk bidang studi seperti Matematika dan IPS nilai para guru masih baik. Namun tidak demikian dengan nilai IPA yang di bawah standar, yakni 2 dan 5," ujar Setyo ketika ditemui di Surabaya, Selasa (18/11).

Setyo menjelaskan, untuk materi Didaktik Metodik yang juga diberikan selama uji kompetensi, tidak ada satu pun guru yang lolos ujian. Menurut dia, 352 atau 42% guru peserta uji kompetensi hanya mendapat nilai 4 dengan nilai rata-rata 40.

Menurut dia, guru kelas dan bidang studi di Jombang tidak pernah mendapatkan penyegaran ilmu per bidang studi. Selama ini pelatihan yang diberikan kepada guru masih sebatas pengenalan sistem dan kurikulum. "Saya akui banyak guru di Jombang yang ketinggalan dalam hal penerapan kurikulum baru. Sehingga secara tidak langsung, meninggalkan pendalaman bahan mengajar."

Setyo Darmoko berjanji akan lebih meningkatkan kualitas guru di Jombang. Di antaranya dengan mengintensifkan pelatihan yang berkaitan dengan kurikulum baru. "Jika kita tidak mengubahnya, saya khawatir kualitas pendidikan anak didik di tingkat SD dan MI tersebut," katanya. Sumber http://www.lakpesdamjombang.org/

Kamis, 06 November 2008

JAGUNG GAGAL BERBUAH, PETANI TERANCAM MERUGI

Jombang – Sejumlah petani asal Desa Kalang Semanding Kecamatan Perak Kabupaten Jombang kelimpungan dan terancam merugi. Pasalnya, tanaman jagung seluas 20 hektar yang mereka tanam gagal berbuah.
Kondisi ini makin memberatkan petani sebab selain terancam gagal panen, mereka juga harus menanggung beban mengembalikan dana kredit kepada PT Dupont Indonesia, sebuah perusahaan benih yang bekerjasama dengan petani untuk membudiyakan benih jagung jenis Pioneer.

Menurut petani setempat, kesepakatan kerjasama antara petani dengan PT Dupont Indonesia berawal dari tawaran pihak perusahaan benih tersebut yang memberikan contoh-contoh hasil panen jagung jenis Pioner. Karena tertarik dengan iming-iming hasil maksimal, 35 petani yang areal lahannya berada di wilayah Dusun Ngrombot Desa Kalang Semanding sepakat menjalin kerjasama.

Dijelaskan oleh Suyitno (35), salah satu tawaran menggiurkan dan mampu menarik minat petani sehingga sepakat bekerjasama untuk menanam jagung jenis Pioneer adalah harga beli dari perusahaan senilai Rp. 2.900,-/Kg. "Awalnya petani enggan bekerja sama namun setelah ada tawaran harga Rp 2.900,- perkilogram, akhirnya petani mulai menanam jagung Pioneer tersebut,” kata ketua kelompok tani jagung Pioneer ini Kamis (6/11) siang.

Akibat kondisi tanaman jagung yang tidak memuaskan karena tidak dapat berbuah, sebagian besar petani enggan memanen jagungnya. Menurut mereka, hasil panen yang didapatkan tidak sesuai dengan biaya produksi yang sudah di keluarkan. ”Namun ternyata biaya produksi cukup besar dan jagung tidak memberi buah yang memuaskan, akhirnya petani rugi besar." Lanjut pria berputra 3 ini di kediamannya.

Suyitno menjelaskan, kerugian yang diterima petani terbilang cukup besar. Pasalnya, selain membutuhkan biaya produksi cukup besar, jagung jenis Pioneer yang mereka tanam juga membutuhkan perawatan yang rumit karena rentan dengan hama ulat.

”Seharusnya yang diberikan Pioneer jenis S namun ternyata jenis M, ini tidak sesuai sampel, sehingga kami para petani merasa dijadikan sebagai kelinci percobaan,” tandas petani yang juga ahli bikin gigi ini dengan nada kecewa.

Selain harus menanggung kerugian dari gagal panen tanaman jagung, petani setempat juga terbebani dengan keharusan mengembalikan dana kredit kepada perusahaan. Dalam salah kesepakatan antara PT Dupont Indonesia dengan petani, setiap hektar lahan pertanian yang ditanami jagung jenis Pioneer mendapatkan pinjaman tanpa bunga sebesar Rp. 3,5 juta. Pinjaman tersebut harus dikembalikan kepada perusahaan saat masa panen.

"Menurut saya, karena petani sudah mengeluarkan banyak biayanya dan sudah jelas merugi, perusahaan diharapkan secara formalitas membebaskan beban pinjaman dan memberikan kompensasi dari kerugian yang telah ditanggung petani." Tandas Suryono, petani jagung yang juga perangkat Desa Kalangsemanding.

Ia menambahkan, akibat kondisi ini beberapa petani merasa enggan untuk menanam kembali jenis jagung yang sudah membawa kerugian bagi mereka.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Suhardy, saat dikonfirmasi menyatakan tidak begitu memahami klausul perjanjian antara petani dengan PT Dupont Indonesia. ”Yang saya tahu, itu adalah komitmen perusahaan dengan petani. Kalau memang ada masalah ya harus diselesaikan diantara meraka,” kata Suhardy. Sumber http://lakpesdamjombang.org/


47% PEMILIH GOLPUT PADA PUTARAN KE DUA

Narishakti-jombang. Ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintahan di Provinsi Jawa Timur meningkat. Sebanyak 47% dari 29 juta pemilih tidak menggunakan hak suara dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur putaran II, Selasa (4/11).
Adam Kamil dari Lembaga Survei Indonesia mengatakan, tingginya jumlah golput hampir merata di seluruh Jatim. Misalnya di Kota Batu, Malang, pada Pilkada putaran pertama partisipasi pemilih mencapai 70,24%, namun pada putaran II hanya sekitar 60%. " Satu-satunya wilayah yang mengalami kenaikan partisipasi pemilih adalah kawasan Malang Raya, yakni dari 39% pada putaran I menjadi 50% pada putaran II."

Menurut Adam, keengganan warga menggunakan hak pilih disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, kejenuhan, minimnya sosialisasi KPU, dan minimnya tingkat pengenalan warga terhadap sosok calon gubernur. "Sebagai contoh, di Kota Madiun masyarakat harus memilih tiga kali, yakni Pilgub putaran I, Pilwali (Pemilihan Wali Kota), dan Pilgub putaran II. Selain itu, kinerja KPU Jatim juga tidak maksimal dalam mensosialisasikan pilgub."

Di tempat terpisah, anggota KPUD Jatim Arif Budiman mengaku pesimistis dengan tingkat partisipasi pemilih pada Pilgub putaran II. Menurut dia, minimnya partisipasi pemilih karena banyak TKI asal Jatim yang tidak menggunakan hak suara. Dia juga mengakui tidak maksimalnya sosialisasi. "Waktunya pendek sekali, sehingga kami hanya mengoptimalkan kemampuan yang ada," ujar Arif.

Berdasarkan hasil penghitungan cepat (quick count) beberapa lembaga survei seperti LSI, LSN, SSC, dan Puskaptis, pasangan Khofifah Indar Parawansa - Mudjiono (Kaji) unggul dibandingkan pasangan Soekarwo - Saifullah Yusuf (Karsa), dengan rata-rata perolehan suara 50,6% berbanding 49,3%. Hanya Pusat Studi Demokrasi dan HAM Universitas Airlangga yang melansir hasil survei kemenangan pasangan Soekarwo - Saifullah Yusuf dengan perolehan suara 50,1% : 49% Sumber : http://lakpesdamjombang.org/

Senin, 15 September 2008

ANALISIS USAHA TERNAK


ANALISIS USAHA TERNAK
PENGGEMUKAN ITIK JANTAN
BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN KARANGPLOSO
INSTALASI PENELITIAN DAN PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN
WONOCOLO
1997
Pendahuluan
Keberhasilan suatu paket teknologi tidak hanya ditentukan oleh aspek
teknisnya saja, akan tetapi faktor sosial dan ekonomi juga memegang peranan
penting. Dari aspek sosial penyerapan teknologi akan berjalan cepat jika
teknologi tersebut betul-betul sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan
petani. Sedangkan dari aspek ekonomi, paket teknologi mempunyai tingkat
kelayakan ekonomi lebih tinggi dari teknologi petani.
Untuk menggambarkan apakah paket teknologi usahatani penggemukan itik
jantan selama 2 bulan dengan cara intensif menguntungkan, maka dalam
tulisan ini dianalisis dengan analisis biaya persatuan hasil, titik impas pulang
modal dan analisis pendapatan cabang usaha tani.
BIAYA
Didalam perhitungan ekonomi usaha penggemukan itik jantan, biaya yang
harus diperhitungkan adalah:
1. Biaya tetap
Yang termasuk biaya tetap adalah biaya pembuatan kandang dan
perlengkapannya atau penyusutan. Untuk biaya tanah sukar ditaksir,
karena kandang hanya diletakkan pada tanah yang kurang produktif dan
relatif tidak luas.
Tabel 1. Investasi kandang dan peralatan (Rp) untuk 150 ekor itik
Nilai Masa pakai Penyusutan
(Rp) (Th) tiap 2 bulan
(Rp)
- Kandang 150.000,- 5 5.000,-
- Peralatan 30.000,- 3 1.700,-
(tempat pakan
& minum)
Total 180.000,- 6.700,-
2. Biaya tidak tetap (variable).
Biaya tidak tetap meliputi biaya sarana produksi dan tenaga kerja. Dalam paket
teknologi penggemukan itik jantan dibutuhkan meri jantan umur 1 hari (DOD) 150
ekor senilai Rp. 45.000,- dan vitachick senilai Rp. 18.000,-, untuk pakan dengan
rincian dedak 500 kg senilai Rp. 125.000,-, konsentrat 250 kg (5 sak) senilai Rp.
225.000,- dan menir 300 kg senilai Rp. 150.000,-. Dalam perhitungan ini tenaga
kerja keluarga tidak diperhitungkan sebagai biaya.
PENDAPATAN
Dari hasil paket teknologi penggemukan itik jantan selama 2 bulan didapatkan hasil
berat badan rata-rata 1,70 kg/ekor dengan harga jual perekornya Rp. 5.000,-, sehingga
total penerimaan dari penjualan 150 ekor itik adalah Rp. 750.000,-, dengan jumlah
pendapatan Rp. 180.300,-. Biaya untuk membesarkan 1 ekor itik jantan selama 2 bulan
adalah Rp. 3.800,-, agar mendapatkan untung harga jual itik harus lebih besar dari Rp,
3.800,-. Sedangkan titik impas pulang modal yaitu 6 ekor, maksudnya untuk mendapat
keuntungan jumlah pemeliharaan harus lebih besar dari 6 ekor.
Tabel 2. Analisis usaha tani penggemukan itik jantan selama 2 bulan dengan
jumlah itik 150 ekor.
No. Uraian Jumlah Rp.
1. Biaya tetap - 6.700,-
(penyusutan)
2. Biaya tidak tetap
a. Bibit meri umur 150 ekor 45.000,-
1 hari (DOD)
b. Pakan
- dedak 500 kg 125.000,-
- Konsentrat 5 sak 225.000,-
- menir 300 kg 150.000,-
c. Vita chick 3 bungkus 18.000,-
3. Total biaya - 569.700,-
4. Total penerimaan 150 ekor 750.000,-
5. Pendapatan - 180.300,-
6. Biaya Persatuan - 3.800,-
Hasil
7. Titik Impas Pulang 6 ekor -
Modal
CATATAN :
1. Data harga yang berlaku pada bulan Juli tahun 1997
2. Perhitungan tersebut hanya berlaku untuk itik jenis besar Tegal
3. Peternak sudah biasa memelihara itik, sehingga tingkat kematian 0%.
4. Agar mendapat keuntungan yang layak, dianjurkan memelihara dengan jumlah
itik minimal 300 ekor.
Oleh : Eka Yogawati
Sumber : Data yang diolah dari hasil pengkajian
Diproduksi : IPPTP Wonocolo
Sumber Dana : APBD Tk. I Jatim Tahun Anggaran 1997/1998

ANALISA USAHA TANI MINA PADI


ANALISA USAHA TANI
MINA PADI

Mina padi adalah salah satu tipe budidaya ikan di sawah dimana ikan dan padi
ditanam secara bersama-sama.
Untuk usaha ini tidak diperlukan kekhususan konstruksi sawah, hanya saja perlu
dibuatkan kemalir (caren), yaitu semacam parit disekeliling dalam petakan sawah
dengan diagonal atau menyilang pada petakan sawah. Kemalir ini berfungsi sebagai
tempat berlindung ikan dan untuk memudahkan dalam pemanenan ikan. Ukuran
lebar kemalir umumnya berkisar antara 40 - 60 cm dengan kedalaman air 40 cm.
Jenis ikan yang biasanya dipelihara dengan cara ini antara lain : ikan Mas, Karper,
Tawes, Nilem, Mujair dan Nila. Ikan mas dan Karper merupakan jenis-jenis yang
paling baik dipelihara di sawah karena ikan-ikan tersebut tumbuh dengan baik
dengan air dangkal serta tahan panas.
Penebaran ikan dilakukan setelah padi berumur 5 - 7 hari dengan lama
pemeliharaan ikan disawah sebaiknya 60 hari.
Sasaran dari usaha pemeliharaan ikan bersama padi ini adalah untuk meningkatkan
pendapatan petani, karena disamping hasil tanaman padi, diperoleh juga tambahan
hasil berupa ikan. Selain itu nilai gizi keluarga dapat terpenuhi serta resiko
kegagalan panen dapat dikurangi.
PERSYARATAN SAWAH UNTUK MINA PADI
1. Tersedianya air yang cukup serta pengairan yang baik selama pemeliharan dilakukan, agar ikan tidak mengalami kekurangan air.
2. Sawah harus subur. Untuk itu berilah pupuk bila diperlukan.
3. Sawah harus bebas banjir.
4. Sawah mudah dikeringkan agar memudahkan perawatan tanaman
padi, juga agar memudahkan dalam pemanenan ikan nanti.
5. Tanah sebaiknya agak liat, gunanya untuk menjaga tetap tersedianya
air dalam sawah.
6. Aman dari bahaya pencurian.
Berapakah besar tambahan hasil dari pemeliharaan ikan ?
Berikut disajikan contoh perhitungan biaya dan pendapatan usaha tani mina padi ini.
I. USAHA PENBESARAN BENIH
- Jumlah benih untuk sawah 1 Ha 50.000 ekor (ukuran 1-3 cm).
- Harga benih : Rp. 25/ekor
- Panen diharapkan setelah 1 bulan pemeliharaan, pada ukuran 5-8 cm
dengan harga jual Rp. 75/ekor.
- Mortalitas 30 %
- Jumlah panen untuk 1 kali tebar = 50.000 - (30/100 x 50.000) =
35.000 ekor
- Pemberian pakan tambahan Dedak halus 2 x 3,5 kg/hari, harga dedak
Rp. 100/kg
- Selama dua bulan dapat dilakukan 2 kali penebaran untuk masa
pemeliharaan masing-masing 1 bulan.
Perhitungan
A. Biaya yang dikeluarkan
- Pembelian benih: 2 x 50.000 x Rp. 25.- = RP. 2.500.000.
- Pembelian pakan: 2 x 2 x 3,5 N 30 x Rp. 100,- = Rp. 42.000,
- Upah tenaga kerja Rp. 45.000,-
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Total biaya Rp. 2.587.000,-
B. Pendapatan
- Jumlah panen : 2 x 35.000 ekor = 70.000 ekor
- Nilai jual : 70.000 x Rp. 75, = Rp. 5.250.000,
- Keuntungan Rp. 5.250.000 - Rp. 2.587.000 = Rp. 2.663.000,-
Revenue Cost Ratio ( R/C )
5.550.000
--------------- = 2,03
2.587.000
Benefit Cost Ratio ( B/C )
2.663.000
--------------- = 1.03
2.587.000
II. USAHA PEMELIHARAAN IKAN KONSUMSI
A. Biaya yang dikeluarkan
- Benih : 5.000 x Rp. 150,- = Rp. 750.000,-
- Pelet : 2 x 12 x 60 x Rp.500,- = Rp. 720.000,-
- Upah kerja : = Rp. 45.000,-
Total biaya = Rp. 1.515.000,-
B. Pendapatan
- Jumlah berat ikan yang dipanen 4.500 ekor ukuran 1 kg = 4 ekor
4.500 x 250/1000 kg = 1.125 kg.
- Nilai jual ikan = 1.125 x Rp. 3.000,- = RP. 3.375.000,-
C. Keuntungan
Rp. 3.375.000 - Rp. 1.515.000 = Rp. 1.860.000,-
Revenue Cost Ratio ( R/C )
3.375.000
-------------- = 2,20
1.515.000
Benefit Cost Ratio ( B/C )
1.860.000
--------- ------ = 1.20
1.515.000
Dari perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa usaha ini menguntungkan.
Kenyataan ini di tanah air kita terbukti bahwa pemerintah lewat Departemen
Pertanian telah merencanakan menaikkan jumlah propinsi peserta program usaha
mina padi ini dari 2 propinsi menjadi 14 propinsi untuk kegiatan musim tanam tahun
mendatang.
AF/008/92
S u m b e r: Dinas Perikanan Dati I Irian Jaya

Rabu, 23 April 2008

ASPIRASI DIABAIKAN, GELAR MUSRENBANGDES KHUSUS PEREMPUAN


http://lakpesdamjombang.org/home/index.php?option=com_content&task=view&id=148&lang=en&Itemid=1

Jombang - Perempuan Desa Bongkot, Peterongan, Jombang, pada Selasa (11/3) pagi, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) khusus perempuan. Acara ini dilangsungkan karena hasil Musrenbangdes yang dilaksanakan oleh pemerintahan desa beberapa waktu lalu, dinilai tidak memenuhi aspirasi perempuan.
Perempuan setempat cukup antusias mengikuti acara yang digelar di kantor desa ini. Beberapa anggota DPRD Jombang, diantaranya Saihul Atho’ dan Hj. Muflihah Tamim tampak hadir pada acara tersebut. Staff Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Sutini, juga turut hadir dalam forum yang diselenggarakan untuk media menyampaikan aspirasi perempuan.

Darsih, salah seorang petani perempuan yang turut serta dalam Musrenbangdes perempuan, mengungkapkan kesulitan keluarganya karena biaya produksi pertanian tidak sebanding dengan pendapatan hasil panen yang diperoleh. ”Semua permasalahan yang terjadi, membuat kami (petani) semakin kesulitan dalam menata perekonomian keluarga.” terangnya, sebagaimana dikutip Suara Warga FM Jombang.

Mengatasi persoalan petani harusnya dimasukkan dalam agenda Musrenbangdes. Karena salah satu masalah nyata yang ada di desa adalah pertanian. ”Masyarakat harus memasukkan setiap masalah yang ada di desa kedalam musrenbangdes,” tegas Sutini, Dinas Pertanian Jombang. Ia menambahkan, Sejauh ini masyarakat hanya berharap pemerintah akan lebih memperhatikan petani-petani kecil tetapi tidak mengagendakan masalahnya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan ditingkat Desa. [MD/Suara Warga FM Jombang]